Plus-Minus Uang Kuliah Tambahan

Posted on March 15, 2013

0


Jumat, 15 Maret 2013. Republika p32 (3)

Pada 5 Februari seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia menerima surat edaran bernomor 97/E/KU/2013 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Dalam surat tersebut, Dikti meminta kepada pejabat PTN untuk segera menghapuskan uang pangkal yang dibebankan kepada setiap mahasiswa baru pada awal semester dan menerapkan yuang kuliah tunggal (UKT). Keringanan biaya pendidikan menjadi tujuan dari kebijakan baru ini. Menurut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Univaersitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Wahyono MM, penghapusan uang pangkal jelas akan meringankan orang tua siswa. Pasalnya sejak dulu uang pangkal menjadi faktor beban biaya pendidkan terbesar yang memberatkan mahasiswa baru karena besarnya yang mencapai puluhan juta rupiah. Ketiadaan uang pangkal membuat mahasiswa cukup membayar iuran semesteran yang jumlanya tetap hingga akhir perkuliahan.

Kebijakan pukul rata ini mendapat protes dari sejumlah kalangan, termasuk mahasiswa sendiri. Ini karena keringanan biaya kliah yang dirasakan mahasiswa penerimaan SNMPTN tak akan  dirasakan lagi tahun ini karena UKT diperoleh dari penjmlahan semua komponen biaya perkuliahan selama delapan semester. Yaitu sumbangan pembangunan institusi, uang gedung, orientasi mahasiswa baru, KKN, SPP, praktikum, dan wisuda.

Tagged: